Ini postingan ke sekian kali yang bernada sedih. :-<
Setelah bermenyek-menyek pas farewell party-nya De Marko, juga hengkangnya Ridlo dari Jogja untuk pulang ke Jakarta karena diusir sama Pak Sugeng sang pemilik kos, juga Wini yang jadi te-ka-we di Abu Dhabi untuk jadi tukang peras susu onta, kini giliran seorang rekan yang akan meninggalkan Jogja. π
Sedih, tapi juga bangga dan bahagia. Satu persatu kami harus mulai menata kembali jalan untuk mencapai masa depan yang semoga lebih baik. Jadi jongos kumpeni di negeri kaya nan miskin ini. :-<
Kutunggu cerita suksesmu, Pic! π
And who’s next? Didit? Adi? Arnanto? We’re just counting the time, fellows.. π
Ah, Yogyakarta. Setiap sudutnya adalah kenangan. Setiap jengkalnya adalah harapan. Aku makin cinta dengan kota ini. π‘
Sampai jumpa lagi, kawan! Sungguh aku benci mengucapkan kalimat ini.. π