Jeng-Jeng Bromo
Udah lama banget saya ndak nulis soal jeng-jeng di blog ini. Maksud saya, nulis soal cerita perjalanan, “jeng-jeng series” gitu, lah! Kali ini saya berkesempatan »
Berikut ini adalah video hasil rekaman teman saya, Mas Darmawan yang diambil dari kawasan Taman Siswa, Jogjakarta. Lihat atau download video dari Multiply (WMV) ukuran 3MB. Lihat video dari Youtube. Silakan diambil, saya sudah ijin ke yang punya.
Baru saja saya berniat bener-bener bertaubat demi TA™, tapi dasar eblis yang terkutuk kok ya dengan tiba-tiba datang untuk menggoda iman kembali. La bayangkan saja, Bu Guru saya di dunia per-jeng-jeng-an saja bisa tergoda untuk men-jeng-jeng-i Tasikmalaya, sebagai muridnya, kok rasanya ndak etis kalo saya ndak ikutan tergoda. Apalagi pada jeng-jeng kali ini ada seorang »
Gambar ini diambil di Pantai Depok, Bantul, Yogyakarta beberapa bulan yang lalu (Desember 2006). Foto ini adalah koleksi dari rekan sekantor saya, Mbak Dina. Untuk ukuran yang lebih besar bisa dilihat di sini. Gambar aslinya ada di situ. Petunjuk: Terlihat 2 penampakan. Yang pertama berupa wajah dan yang kedua berupa gadis yang duduk terlihat punggung menghadap ke »
Beberapa hari ini saya merasa kacau. Tidak dapat berkonsentrasi, manajemen waktu kacau, manajemen pikiran dan mental berantakan, pokoke ndak jelas. Mo ngerjain ini-itu jadi ndak bersemangat. Apakah mungkin saya kurang jeng-jeng? Sial. Padahal saya lagi menahan diri untuk tidak jeng-jeng dan berkonsentrasi pada hal-hal yang lebih penting dan harus saya kerjakan. Tetapi jika hasrat sudah »
Hari Jumat, 30 Maret 2007, Jogja kembali geger genjik udan kirik. Setelah musibah jatuhnya Garuda beberapa waktu yang lalu, Jogja kini diserang oleh para tukang Loenpia!! Kali ini pasukan Loenpia datang tak tanggung-tanggung. Dengan mengendarai sebuah panser abu-abu, berjumlah 9 ribu trilyun pasukan, mereka meng-gruduk markas CahAndong. Setelah mendapat informasi dari intelejen dan mata-mata, kami mendapatkan informasi »
Entah sudah beberapa hari ini pikiran saya penuh sesak. Banyak hal yang harus diselesaikan. Walau ingin rasanya menyelesaikannya satu persatu, tetapi kok rasanya masih belum bisa melakukannya. Tak pelak, ketidakmampuan saya menentukan skala prioritas serta kekurangpercayaan saya menyerahkan sesuatu kepada orang lain membuat saya harus menyiksa diri dengan bermultitasking. Baiklah, supaya tidak terus menerus menyiksa hati »
Modiar! Opo kui maksud judule? Tapi memang bener ada 2 oknum Detik yang telah menculik saya lalu kita balik menjajah kantornya hanya demi menyalurkan hasrat narsis dan menyalurkan bakat fotomodel yang terpendam jutaan tahun hingga memfosil. Ahad malam (13 Mei) itu, terjadilah persekongkolan dan pertemuan gelap (la emang tempatnya cukup gelap) di sebuah angkringan »
Karena beberapa hari terakhir ini banyak sekali acara kopdar, maka acara kopdar akan saya tuliskan secara bersambung mulai postingan ini. Maklum (merasa sok) seleblog, dab! Sepertinya bulan Mei ini bakal menjadi bulan kopdar bagi temen-temen blogger Jogja. Setelah mengawali bulan dengan menyerang Semarang dan kumpul-kumpul gak jelas beberapa waktu yang lalu itu, kini giliran Jogja »
Melanjutkan seri Kopdar Raya kemarin. Kali ini Kopdar Raya diadakan masih secara dadakandotkom. Apalagi kopdar diadakan untuk menyambut tamu dari Jakarta dan Makassar. Hari Kamis (17 Mei 2007) malam, bertempat di sudut timur-laut Alun-Alun Kidul Yogyakarta, rekan-rekan Andong menjamu para tamu dengan bersahaja sambil menikmati suasana eksotisme malam. Tentu saja kami tak sendiri. Semangkuk wedang ronde, beberapa »
Yogyakarta. 05.55 WIB. 5,9 Skala Richter. VI-VII MMI. 6 ribu jiwa lebih. 7 ribu rumah hancur. Menyadarkan kita. Betapa besar kekuatan-Nya. Menampar manusia-manusia takabur. Untuk kembali pada-Nya. Bertahan hidup. Di tengah hiruk pikuk manusia. Yang mementingkan nafsunya. Sederhana. Bersahaja. Tiada guna keluh kesah. Terus bangkit dan pantang menyerah. Tak usah pedulikan mereka. Raih masa depan dan cita-cita. BANGKITLAH JOGJAKU!! Jogja Never Ending Asia! Sebuah postingan untuk Jogja tercinta. OST: Katon Bagaskara - Pulang Padamu, Jogja Mainkan secara streaming Unduh »
Bagi para pecinta coklat, pasti sudah tidak asing dengan berbagai jenis merek coklat, mulai dari yang produksi dalam negeri hingga impor, seperti Silver Queen, Delfi, Cadburry, Van Houten, Ferrero Rocher, Droste, dan sebagainya. Semakin mahal harga coklat biasanya makin dahsyat rasanya. Tentu ini tak lepas dari kualitas coklat yang digunakan serta persentase campurannya. Makin pekat campuran »
Pernah dikeroyok bakso? Bukan, bukan dikeroyok para penjual bakso, tetapi dihajar oleh porsi bakso yang luar biasa hingga mabok! Ya, saya dan kucingbuncit kemarin mengalaminya. Kami bener-bener kemlekeren karena porsi bakso yang gila-gilaan ini. Bakso Keroyokan. Begitulah nama yang diberikan untuk bakso ini. Bakso ini memang cukup tenar karena keunikan porsinya. Bayangkan, semangkuk bakso terdiri dari kurang »
Pernah denger percakapan atau tulisan kek gini, “Piye kabare socomu sing pahin kae, Dab?”. Atau pernah dengar orang memaki, “pabu sacilad!” hingga nama merek kaos oblong khas Jogja, Dagadu? Buat temen-temen di Jogja, bahasa tersebut mungkin familiar, bahkan sering digunakan pada percakapan sehari-hari. Tapi kadang temen-temen di luar Jogja kurang paham dengan arti kata tersebut. Kalo kita »
Hari Ahad, 10 Juni, kemarin saya nonton ScreenDocs! Traveling 2007, sebuah festival film dokumenter yang diadakan oleh In-Docs bekerja sama dengan Rumah Sinema Yogyakarta yang bertempat di Kinoki, Kotabaru, Jogja. Sayang sekali karena mungkin kurangnya publikasi (atau saya yang kuper ya?), saya baru tau tentang acara ini pada hari Sabtu sebelumnya. Padahal acara ini sangat bagus »
Pernah makan bubur kacang hijau? Pernah donk. Entah itu dalam keadaan hangat atau pun dicampur dengan es, bubur kacang hijau selain nikmat juga berkhasiat. Nah di Jogja, (update: ternyata di Bogor banyak ditemukan, info dari Luthfi), ada sebuah jenis makanan unik yang disebut dengan Es Bubur Kacang Hijau Madura. Apakah jenis es ini berasal dari Madura? »
Seperti janji saya kemarin, kali ini saya mo posting soal hasil perburuan Beringharjo Hunting Tour bareng JSers Jogja kemarin itu. Jadi bersiap-siaplah ngiler dan ngeces-ngeces.. Sebagai kekayaan food heritage Jogja, makanan ini semakin lama dan semakin terpinggirkan. Bahkan kami harus ngubek-ubek hingga ke sudut-sudut pasar. Beberapa di antaranya memang kami temukan di pinggiran pasar sih, »
Sebenernya saya bingung mo posting gimana. Bayangkan saja, setelah dihajar hatrick kopdar, kini saya dan temen-temen kudu melayani serangan blogger-blogger dari luar Jogja. Bisa dibilang ini Hari Raya Kopdar. La setelah beberapa waktu saya berpuasa kopdar, kini saatnya berhari raya. Ditambah tamu-tamu yang datang ke Jogja berasal dari jauh semua, membuat nuansa hari raya semakin terasa! »
Gila, tolol, bodoh! Itulah kata-kata yang rasanya tepat dilontarkan kepada 3 ekor eblis laknat terkutuk yang menamakan diri mereka, The Tri Mas Kenthir. Gimana ndak kenthir, dengan berpedoman pada semboyan, “do first think later” dan “doing without thinking”, tiga trio eblis ini melakukan perjalanan ke Alam Baka Candi Ratu Boko menggunakan sepeda hanya untuk mengejar sunset! Ya, »
Sudah lama sekali saya ndak pulang kampung ke Solo. Sabtu kemarin, dengan niat ingsun saya pun bertekad untuk pulang ke Solo. Apalagi rasanya sudah cukup lama saya ndak jeng-jeng serta otak sudah cukup suntuk dengan beban kerja yang makin menggila, membuat saya ingin refreshing sejenak. Berhubung saya lagi seneng-senengnya mengagumi kemegahan kebudayaan masa lalu, perjeng-jengan saya »
Setelah wisuda lalu foto-foto? Itu sih udah pasti. Tapi di Jogja, ada beberapa ritual unik yang sering dilakukan setelah wisuda. Ritual-ritual yang entah kapan mulainya dan dari mana asalnya ini seakan-akan hal yang wajar mengingat status Yogyakarta sebagai kota pelajar. Ritual-ritual ini seakan-akan menjadi wujud ekspresi gembira kelulusan dan kecintaan para lulusan baru yang akan meninggalkan »
Melanjutkan petualangan candi yang tertunda saat kunjungan ke Candi Kalasan beberapa waktu yang lalu, kali ini saya ditemani Dipto mengunjungi Candi Sari, candi yang terletak sekitar 500 meter di timur-laut Candi Kalasan. Tidak hanya Candi Sari, kami pun sempat meninjau (halah, bahasanya) kompleks Candi Kedulan yang merupakan candi yang baru saja ditemukan dan sedang dalam proses »
Kembali jelajah candi saya lakukan. Biasalah, stres karena siksaan pekerjaan membuat saya ingin lepas sejenak dari rutinitas dengan mengagumi karya cipta budaya manusia masa lampau. Tapi lama kelamaan kok sepertinya saya terobsesi untuk menjelajah seluruh sebanyak mungkin situs candi, terutama candi-candi yang jarang terekspos mengingat selama ini yang kita kenal hanya Candi Borobudur atau Prambanan saja. »
Melanjutkan petualangan candi sebelumnya, semoga ndak pada bosen, ya. Kali ini saya mo cerita soal dolan saya ke Candi Banyunibo. Ndak banyak yang tahu soal keberadaan candi ini. Lokasinya yang terpencil, akses jalan yang rusak, membuat candi eksotis ini kurang dikenal. Padahal candi Budha ini masih berdiri megah dan reliefnya masih banyak yang utuh. Kali ini »
Kita lanjutkan petualangan candi kita. Siapkan buku Sejarah kalian, anak-anak. Kali ini kita akan jalan-jalan ke Candi Kedulan, sebuah candi yang tergolong “baru” dan masih dalam tahap ekskavasi (penggalian dan penyusunan kembali). Candi, adalah sebuah bangunan hasil karya manusia yang unik dan cantik. Bayangkan saja, batu-batu andesit bisa dipotong sedemikian rupa dan disusun dengan kokoh. Yang membuat »
Bosan dengan hidangan berbuka puasa yang itu-itu saja? Bingung nyari di mana menu untuk berbuka, bahkan sahur? Di Jogja, kita dapat dengan mudah menemukan pusat penjual makanan musiman, terutama di Bulan Ramadhan. Jalan Kaliurang, sekitar Kampus UGM, sekitar Kampus UNY, Jalan Godean, selalu dipenuhi para penjual menu berbuka. Tapi ada satu tempat unik dan bisa menjadi alternatif »
Penghuni Jogja Terbaik? Heheh.. Rasanya gelar itu terlalu berlebihan. Tapi itulah gelar yang saya dapat, setidaknya menurut versi LombaBlog Living in Jogja. Ndak nyangka, blog ndak mutu dengan isi ndak jelas kek gini menang lomba. Padahal isinya sih bukan “living in Jogja”, tapi “keluyuran in Jogja”. Tapi, saya juga mau mengucapkan terima kasih kepada temen-temen »
Dalam rangka Blog Action Day, yang temanya kali ini soal lingkungan hidup, saya pengen nulis soal keinginan saya untuk jeng-jeng pake sepeda. Apa hubungannya? Jelas, dengan bersepeda, kita bisa mengurangi polusi udara akibat pembakaran bahan bakar fosil dari kendaraan bermotor dan tentunya menyehatkan badan. Saya memang ndak belum punya sepeda. Tapi dalam pikiran saya, saya pengen »
Ternyata ndak harus jadi seorang seleblog untuk bisa diliput koran. Buktinya, ada seorang gembel kere lusuh fakir benwit yang kok bisa-bisanya nongol beritanya di koran. Bukan, bukan si gembel itu mbikin sesuatu yang heboh, mbikin aliran baru Al Jengjengiyah Al Islamiyah dan ngaku-aku jadi rasul baru, bukan! Gembel tersebut masuk koran gara-gara BLOG! Kok bisa? Sebenernya ini »
Kerinduan saya akan candi kembali terobati. Beberapa hari ini saya ndak bisa konsen kerja karena pikiran ini selalu terbayang-bayang akan batu candi. Hari Ahad (11/11) kemarin, saya dan rekan ndoyok saya kembali berpetualang ke Candi Barong untuk beribadah setelah lama vakum keluyuran. Petualangan tolol kali ini sedikit beda, karena bisa dibilang petualangan kami kemarin merupakan training »
Beberapa waktu yang lalu, Uthie ngiming-imingi saya mi Jepang alias Ramen. Setelah kemecer dan menelan ludah, akhirnya kemarin itu saya berkesempatan mencicipinya bareng sama Cyapila, juragan JAV Koh Budiyono, dan temen-temen sok nJepang ID-Anime Jogja. Yang istimewa, warung yang terletak di Jalan Kaliurang Km. 10-an ini ndak seperti restoran-restoran ala Jepang. Bahkan terkesan nJawani. Porsinya pun, luar »
Rabu (21/11) malam, saya dan anak-anak Marko yang tersisa di Jogja, Yudhi ama Sepep yang barusan wisuda plus Didit Kuya, berkesempatan nonton konser Musicademia dengan tajuk “Harmony in Diversity” yang menampilkan Twilite Orchestra yang dikonduktori oleh Addie MS. Ini kesempatan langka, mengingat saya belum pernah nonton konser semacam ini. Selain itu, ini merupakan acara lain Marko »
Menuju ke arah selatan dari Petilasan Ratu Boko, kita akan menemukan kompleks candi yang unik. Konon candi ini merupakan candi yang letaknya paling tinggi bila dibandingkan dengan candi-candi lain di Jogja. Candi Ijo, dinamakan demikian karena candi ini merupakan markas Kolor Ijo terletak di Gumuk Ijo atau Bukit Hijau yang memang eksotis pemandangannya. Setelah dilanda kepenatan yang »
Hari Ibu mengingatkan saya pada sebuah bangunan yang berkaitan erat dengan peringatan Hari Ibu ini, namun sering kita lupakan. Mungkin ndak banyak yang tau kalo ternyata Jogja punya peranan yang amat penting atas tercetusnya tanggal 22 Desember sebagai Hari Ibu. Nah, di Jogja ada sebuah bangunan yang menjadi monumen untuk mengingat peristiwa sejarah lahirnya Hari Ibu. Bangunan ini »
Bagaimana liburan panjang temen-temen? Seru? Mengasyikkan? Atau justru menyebalkan? Apa yang temen-temen lakukan pada liburan kemarin? Jeng-jeng? Keluyuran? Berkumpul bersama keluarga? Ndak ke mana-mana? Atau malah jatuh sakit? Saya sendiri mengisi liburan dengan cara yang beda. Bersama temen-temen blogger Jogja, kami mengisi liburan ala blogger! Agenda liburan dimulai dengan merayakan Idul Adha bareng rekan-rekan CahAndong pada tanggal 20 »
Ini adalah jengjeng wal ndoyok pertama saya di tahun 2008. Kalo dulu saya pernah melakukan Sunset Hunting di Ratu Boko, kini giliran Sunrise Hunting yang saya lakukan. Terdengar menyenangkan? Tentu saja! Apalagi demi mengejar sinar matahari pertama di awal tahun 2008, membutuhkan perjuangan yang cukup tolol berat. Seperti biasa, petualangan tolol tanpa rencana yang sering disebut dengan »
Berwisata ke lokasi wisata religi ternyata mengasyikkan. Merenung dan berinstropeksi kepada Tuhan di tempat yang memiliki sejarah tersendiri rupanya memberikan sensasi berbeda. Dari Puncak Suroloyo, jeng-jeng kami lanjutkan ke kawasan wisata religi umat Katholik, Sendang Sono. Lokasi ini selain memberikan pengalaman rohani bagi umat Katholik, juga memiliki sejarah tersendiri. Belum lagi pemandangan dan suasana alamnya yang »
Menyusuri Kotagede membawa kita seolah-olah terlempar ke masa lalu. Bangunan-bangunan tua yang bertebaran serta berbagai peninggalan kerajaan Mataram Islam menjadikan Kotagede layak untuk dijadikan obyek wisata budaya. Selain menyimpan berbagai heritage, Kotagede memiliki sejarah tersendiri. Konon Kotagede adalah kota tertua yang menjadi cikal bakal Kerajaan Mataram Islam yang kemudian berkembang menjadi Kraton Yogyakarta dan Surakarta. Kali ini »
Es Puter. Siapa sih yang ndak kenal Es Puter? Es krim ala rakyat ini memberikan nuansa nostalgia dan romantisme tersendiri. Namun es ini mulai jarang ditemui karena tergerus oleh es krim-es krim modern cepat saji. Beruntung, ketika menjelajahi gang-gang sempit perkampungan tua di Kotagede, kami menemui penjual es yang biasa berkeliling ke kampung-kampung ini. Menikmati Es Puter di »
Salah satu pantai favorit saya di Jogja adalah Pantai Pandansari. Keberadaan mercusuar di pantai ini adalah daya tarik tersendiri selain pantainya yang relatif sepi. Namun saya sangat kecewa melihat keadaannya kini. Pantainya begitu kotor oleh sampah. Saya sangat sedih melihat pantai favorit saya ini keadaannya menjadi benar-benar mengenaskan! Pantai Pandansari menjadi favorit saya karena saya punya kenangan »
Kotagede mempunyai banyak sekali bangunan-bangunan tua yang bisa dibilang heritage. Mulai dari peninggalan Kerajaan Mataram, bangunan berarsitektur Jawa-Eropa, hingga perkampungan penduduk yang bangunannya masih asli. Bangunan-bangunan ini seolah-olah bercerita tentang perkembangan dan persebaran kehidupan sosial-ekonomi di Kotagede. Masyarakat Kotagede yang awalnya hidup dari sektor agraria dan abdi dalem kraton semakin majemuk semenjak kedatangan kaum Kalang. Rumah-rumah tua berarsitektur Jawa-Eropa »
Selain bangunan tua, ternyata di Kotagede ada sebuah warung yang mempunyai suasana tempo doeloe yang khas. Ndak jauh dari Kompleks Makam Kotagede, sekitar 100 meter ke arah selatan menyusuri Jalan Cantheng, ada sebuah warung yang cukup unik bernama Sido Semi. Lebih lengkapnya, warung ini bernama “Warung Ys Sido Semi mBok Mul”. Selain suasana, tentu yang istimewa dari warung »
Masyarakat Kotagede yang religius tercermin dari kehidupan sehari-hari mereka. Nafas-nafas religi yang begitu kuat ini bisa dimaklumi karena Kotagede merupakan salah satu basis organisasi Muhammadiyah sejak dulu. Masyarakat Jawa jaman dulu yang terkenal memegang teguh tradisi dan ajaran Kejawen yang banyak bernuansa klenik, di Kotagede justru banyak ditinggalkan dan banyak memegang nilai-nilai keagamaan. Selain terlihat dari kehidupan sehari-hari, »
Selain Masjid Agung Kotagede, ada masjid tua lainnya yang berada di luar kompleks kraton Mataram Kotagede. Masjid ini adalah Masjid Perak. Masjid ini mempunya cerita sejarah yang ndak kalah menarik untuk ditelusuri. Latar belakang masyarakat Kotagede yang religius merupakan faktor utama mengapa masjid besar ini bisa berdiri. Semangat “memberontak” pakem-pakem kraton yang kaku juga ikut melatarbelakangi pembangunan masjid »
Suara tabuhan Simbal, Kecer, Bek To, Gong, Pengling, dan Munyu bertalu-talu menggaung di lorong jalan Kampung Ketandan. Harmoni suaranya mengundang para penonton untuk berkumpul di depan sebuah kotak berbentuk seperti gerobak penjual rokok yang berwarna merah. Pagelaran Wayang Potehi (Po Tay Hie) akan segera dimulai. Penonton pun berkumpul untuk menyaksikan cerita apa yang akan ditampilkan malam itu. Itulah »
Pasar malam Sekaten yang setiap tahun diadakan di Jogja dan Solo mempunyai ciri khas yang menarik. Ndak hanya dari sisi tradisi dan budaya, sisi kuliner dan hiburannya pun begitu unik dan khas. Setiap tahun ragam corak kuliner dan hiburannya pun berubah, walau tetap ada beberapa hal yang selalu ada. Salah satu hiburan yang ada di pasar malam »
Terdapat banyak jenis permainan yang ada di pasar malam Sekaten. Uniknya, hampir semuanya ndak dilengkapi dengan sistem pengaman yang memadai. Salah satunya adalah permainan yang dinamakan Ombak Banyu. Sebuah permainan semacam Carousel namun digerakkan dengan tenaga manusia dan tentunya tanpa pengaman yang memadai. Masih di acara Seks Mami, kami yang berkeliling di area pasar malam langsung tertegun »
Jogja tak pernah sepi, tak pernah mati. Setiap sudutnya selalu menyapa dan menawarkan selaksa makna, begitu KLA Project menuliskannya dalam lagu. Salah satunya adalah di seputaran titik nol kilometer. Maklum saja, di tempat inilah pusat kota Jogja yang sebenarnya. Berbagai macam rupa manusia pun ada di sana. Berkumpul dan bercengkrama menikmati suasana kota. Pun dengan tanggal 1 Maret. »
Acara Juminten kemarin sedikit berbeda. Selain gojek kere, guyon goblok, dan nggedebus nggambus, para jelata juga kedatangan tamu istimewa. Tamu istimewa yang datang ke Titik Nol Kilometer kemarin itu adalah pakar marketing online Mas Nukman Luthfie dan pakar SEO Mas Keke. Kebetulan saat itu Mas Nukman ada di Jogja. Ketika ditanya, beliau menjawab, “nostalgia kuliah 25 tahun »
Setelah mengalami kegundahan spiritual yang amat sangat, akhirnya semalem (17/03) saya menemukan pencerahan. Berawal dari ajakan Kang Sandal, saya, Funkshit, Goen, dan Pengki pun akhirnya ikutan acara Pengajian Macapat yang rutin diadakan tiap bulan pada tanggal 17. Yang unik dari acara ini, selain acara tauziahnya, adalah acara seni yang dibawakan oleh beberapa kelompok musik hingga puncaknya adalah »
Malam ini (19/3) merupakan malam terakhir perayaan Sekaten tahun ini, setelah selama sebulan acara Sekaten digelar di Alun-Alun Yogyakarta. Puncak acara Sekaten sendiri ditandai dengan dikeluarkannya 2 perangkat gamelan kraton yang diletakkan dan dimainkan di halaman Masjid Agung Yogyakarta selama seminggu sebelum puncak acara Grebeg Sekaten. Awal dari acara puncak Sekaten adalah dengan dikeluarkannya gamelan Kyai »
Acara Sekaten yang diadakan untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW diakhiri dengan acara Grebeg Maulud. Grebeg adalah upacara adat berupa sedekah yang dilakukan pihak kraton kepada masyarakat berupa gunungan. Kraton Yogyakarta dan Surakarta setiap tahun mengadakan upacara grebeg sebanyak 3 kali, yaitu Grebeg Syawal pada saat hari raya Idul Fitri, Grebeg Besar pada saat hari raya Idul »
Pedas, biasanya membawa sensasi hot, panas, dan berkeringat. Lalu bagaimana kalo sensasi pedas justru dipadukan dengan nuansa manis dan dingin? Di Jogja, ada jajanan khas yang cukup banyak bertebaran. Jajanan yang mantab disantap di kala panas terik. Jajanan itu adalah Rujak Es Krim. Sebuah perpaduan yang ndak umum namun unik serta kreatif. Rasa pedas dipadukan dengan rasa »
Di kawasan utara Jogja, sekitar 12 km dari pusat kota, terdapat sebuah candi yang orang mungkin ndak banyak tau. Walau terletak di kawasan yang padat penduduknya, keberadaan candi ini seolah-olah masih terkucilkan. Candi Gebang, candi mungil ini ditengarai merupakan candi bercorak Hindu tertua di Jogja, bahkan diperkirakan lebih tua dari Candi Kalasan, candi Budha tertua di »
“Uwuh” dalam bahasa Jawa bermakna “sampah”. Sampah yang dimaksud adalah sampah dedaunan organik. Namun di Imogiri, Wedang Uwuh justru menjadi minuman khas. Meski bernama “uwuh”, namun minuman justru menyegarkan dan menyehatkan. Kok bisa? Makam raja-raja Yogyakarta dan Surakarta yang sering disebut dengan Pajimatan Imogiri ini rupanya mempunyai tradisi kuliner yang unik. Salah satunya adalah Wedang Uwuh. Disebut demikian memang »
Kata “djiancuk” atau lebih sering diucapkan “jancuk” saja, bagi sebagian orang, terutama orang Jawa Timur, mempunyai arti yang kasar dan bisa ngajak perang. Namun di Jogja, kata “djiancuk” ini justru dijadikan branding oleh sebuah warung soto yang unik, yang mengklaim merupakan warung yang pertama dan satu-satunya di Jogja yang menyediakan menu soto ala Jawa Timur, terutama »
Setelah selama 5 tahun lebih tinggal di Jogja, akhirnya tibalah saatnya saya untuk meninggalkan kota ini. Terlalu banyak kenangan dan cerita yang tertoreh, yang bila semua dituliskan di dalam blog pun, rasanya ndak akan cukup. Walau rasanya cukup banyak tempat dan sudut yang saya jelajahi, namun semakin banyak tempat dan sudut yang menurut saya belum ketahui. »
Udah lama banget saya ndak nulis soal jeng-jeng di blog ini. Maksud saya, nulis soal cerita perjalanan, “jeng-jeng series” gitu, lah! Kali ini saya berkesempatan »
Kompleks Bioskop Megaria yang terletak di pertigaan Jalan Cikini Raya, Jalan Diponegoro, dan Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat ini rupanya menyimpan cerita kuliner nostalgia. Ayam bakar khas »
Berada di Pelabuhan Sunda Kelapa, mengamati aktivitas bongkar muat barang di sana, membuat saya menelaah kembali lirik lagu, “nenek moyangku orang pelaut..” Mungkin ndak banyak yang »
Masih di seputaran Kota Tua, saya pun mengunjungi Museum Bank Indonesia, yang terletak di Jl. Pintu Besar Utara No. 3, Jakarta Barat. Museum ini kembali membuat »
Rasa penasaran saya terhadap bangunan berarsitektur Indische dengan gaya Nieuw-Zakelijk yang terletak di depan Stasiun BEOS (Jakarta Kota) tertuntaskan sudah. Museum Bank Mandiri, nama gedung itu »
“Setelah hampir duapuluh tahun tidak ada yang merayakan ulang tahun saya”, ucapan lirih penuh haru itu keluar dari mulut Kang Gembul, malam itu. Saya bisa merasakan »
Berawal dari rasa penasaran saya terhadap nama menu yang cukup terkenal di Bogor ini, saya pun akhirnya mencobanya. Rasa penasaran saya semakin bertambah apalagi setelah melihat »