Menelusuri Jejak Danau Purba Borobudur

Seniman sekaligus arsitek Belanda bernama W.O.J Nieuwenkamp menulis di dalam bukunya yang berjudul Fiet Borobudur Meer (Danau Borobudur) pada tahun 1931, konon dahulunya Candi Borobudur dibangun di atas sebuah danau purba, sehingga seolah-olah bentuk Borobudur seperti ceplok bunga teratai yang mengapung di atas kolam sebagai perwujudan tempat kelahiran Sang Budha.

Continue reading

Sampai Jumpa Lagi, Jogja!

Tugu Jogja

Setelah selama 5 tahun lebih tinggal di Jogja, akhirnya tibalah saatnya saya untuk meninggalkan kota ini. Terlalu banyak kenangan dan cerita yang tertoreh, yang bila semua dituliskan di dalam blog pun, rasanya ndak akan cukup.

Walau rasanya cukup banyak tempat dan sudut yang saya jelajahi, namun semakin banyak tempat dan sudut yang menurut saya belum ketahui. Ndak habis rasanya untuk menjelajahi seluruh penjuru Jogja.

Continue reading

Soto Djiancuk, Soto Uenak ala Jawa Timur

Soto Djiancuk

Kata “djiancuk” atau lebih sering diucapkan “jancuk” saja, bagi sebagian orang, terutama orang Jawa Timur, mempunyai arti yang kasar dan bisa ngajak perang.

Namun di Jogja, kata “djiancuk” ini justru dijadikan branding oleh sebuah warung soto yang unik, yang mengklaim merupakan warung yang pertama dan satu-satunya di Jogja yang menyediakan menu soto ala Jawa Timur, terutama dari kota Blitar.

Continue reading

Candi Gebang, Candi Hindu Tertua di Jogja

Candi Gebang

Di kawasan utara Jogja, sekitar 12 km dari pusat kota, terdapat sebuah candi yang orang mungkin ndak banyak tau. Walau terletak di kawasan yang padat penduduknya, keberadaan candi ini seolah-olah masih terkucilkan.

Candi Gebang, candi mungil ini ditengarai merupakan candi bercorak Hindu tertua di Jogja, bahkan diperkirakan lebih tua dari Candi Kalasan, candi Budha tertua di Jogja itu.

Continue reading

Tradisi-Tradisi Acara Sekaten

Prosesi Kondur Gangsa

Malam ini (19/3) merupakan malam terakhir perayaan Sekaten tahun ini, setelah selama sebulan acara Sekaten digelar di Alun-Alun Yogyakarta.

Puncak acara Sekaten sendiri ditandai dengan dikeluarkannya 2 perangkat gamelan kraton yang diletakkan dan dimainkan di halaman Masjid Agung Yogyakarta selama seminggu sebelum puncak acara Grebeg Sekaten.

Continue reading